Enzo Maresca resmi meninggalkan Chelsea setelah pembicaraan intens antara pihak klub dan pelatih selama 24 jam terakhir. Dibawah ini akan ada penjelasan berita seputar sepak bola menarik lainnya di FOOTBALL CARDSOSH.

Keputusan ini menutup babak yang penuh gejolak sejak pertengahan Desember, di mana hubungan antara Maresca dan klub mulai memburuk. Situasi memburuk setelah komentar publik Maresca yang menyebut 48 jam terakhir sejak bergabung dengan Chelsea sebagai yang terburuk.
Pernyataan emosional ini menjadi sorotan media dan memicu spekulasi adanya ketegangan internal. Dalam waktu kurang dari tiga pekan, hubungan Maresca dengan klub mengalami perubahan drastis. Tekanan hasil pertandingan, dinamika internal yang rumit, dan komunikasi yang memburuk membuat klub dan pelatih akhirnya sepakat berpisah di tengah musim.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Komentar Publik yang Mengubah Hubungan
Ketegangan mulai terlihat jelas setelah kemenangan 2-0 atas Everton pada 13 Desember. Seusai laga, Maresca mengungkapkan frustrasinya lewat media, membuat beberapa petinggi Chelsea terkejut.
“Sejak saya bergabung dengan klub, 48 jam terakhir adalah yang terburuk karena banyak orang tidak mendukung kami,” ujarnya. Ucapan ini dianggap kontroversial karena tidak disampaikan secara internal terlebih dahulu.
Petinggi klub kemudian mempertanyakan alasan Maresca mengekspresikan masalah secara publik. Komunikasi yang tidak selaras ini dianggap menjadi awal mula retaknya hubungan antara pelatih dan manajemen Chelsea.
Baca Juga: Barcelona Tetap Hati-hati Kelola Talenta Muda Marc Bernal
Konflik Internal dan Gangguan Fokus Tim

Di balik layar, hubungan Maresca dengan departemen medis juga memburuk. Ia disebut beberapa kali menurunkan pemain meski tim medis menilai mereka belum fit, menambah ketegangan di internal klub.
Situasi makin rumit ketika perwakilan Maresca melakukan kontak dengan Manchester City terkait kemungkinan Pep Guardiola hengkang musim panas. Chelsea memandang hal ini sebagai gangguan di tengah fase krusial musim.
Fokus yang berbeda antara Maresca dan klub semakin terlihat. Ketegangan internal dan pertentangan keputusan membuat jarak antara pelatih dan manajemen semakin lebar, memicu keputusan akhir untuk berpisah.
Tekanan Publik dan Proses Pencarian Pelatih Baru
Tekanan dari suporter juga terasa saat Chelsea imbang melawan Bournemouth. Keputusan Maresca menarik Cole Palmer pada menit ke-63 menuai cemoohan dari tribun, meski langkah itu dimaksudkan untuk melindungi pemain dari cedera.
Beberapa hari kemudian, debrief rutin di pinggir lapangan antara Maresca dan direksi klub menjadi pertemuan terakhir. Diskusi ini membuka jalan bagi kesimpulan bahwa posisi Maresca tidak bisa dipertahankan.
Dengan kepergian Maresca, Chelsea mulai mencari pelatih baru. Liam Rosenior disebut sebagai kandidat favorit, sementara nama-nama lain seperti Cesc Fabregas dan Roberto De Zerbi tidak masuk pertimbangan. Klub bergerak hati-hati setelah pengalaman dinamis yang baru saja mereka lalui. Manfaatkan waktu luan Anda untuk mengeksplor berita bola menarik lainnya di footballcardsosh.com.
